Tari Pendet Di klaim Malaysia


Tari Pendet

Indonesia dan Malaysia kembali ribut soal kepemilikan hak cipta atas produk budaya. Kelengahan dalam hal meregistrasikan hak cipta telah membuat sejumlah produk budaya Indonesia diklaim negara jiran tersebut, di antaranya kebaya dan batik. Kali ini, persoalan pencurian produk budaya kembali mengemuka setelah Malaysia mengklaim tarian asal Bali “Pendet” adalah milik negara bekas jajahan Inggris itu.

 

Padahal, tarian tersebut adalah asli milik Indonesia. Masyarakat Indonesia tidak menyukai sikap Malaysia tersebut. Bahkan, topik “Tari Pendet” ini ramai dibicarakan di dunia maya, dan sempat menjadi trending topic di Twitter pada Kamis, (20/8).

Banyak komentar dari masyarakat Indonesia yang menyiratkan kekesalan atas klaim Malaysia. Salah satunya, menyebutkan “Tari Pendet itu asli Indonesia, silahkan di Google, yang muncul pertama pun Pendet tarian dari Bali. Yang asli Malaysia itu teroris Noordin M Top.”

Tentang chomliki

Aku adalah manusia yang bernafas demi meneruskan sisa kehidupan dan hanya menunggu saat-saat kematian. Hidupku adalah akar yang menjalar, menjelajah kesegenap tujuan, walau payah walau susah walau yang datang hanyalah setitis air jernih yang bakal menyinari hidup yang hanya sebentar ini Aku adalah insan yang punya hati dan perasaan. Aku ingin berkasih seperti insan lain yang berkasih. Hatiku ini sering menangis karena skenario hidupku di dunia yang penuh dgn fatamorgana. Aku seperti jiwa yg hilang berdiri diantara pilar keterasingan lupa diri akan kenistaan bimbing dan ampuni aku Robb Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyadari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku. Berusahalah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata-mata, kerana semakin tinggi keikhlasan di dalam diri, semakin tinggilah balasan baik yang akan diperolehi dalam keadaan sadar atau tidak Hidup ibarat matematika yaitu tambah, kurang, kali dan bagi. amalan yang baik hendaklah ditambahkan, segala perbuatan yang buruk dan dimurkai oleh Allah hendaklah ditolak atau dijauhkan, pahala amalan hendaklah digandakan dan masa yang ada hendaklah dibagikan dengan sempurna agar kita tidak tergolong dlm golongan mereka yang rugi hidup di dunia & akhirat. Renung fikiranmu, ia menjadi kata-kata; Renung kata-katamu, ia menjadi perbuatan; Renung perbuatanmu, ia menjadi amalan; Renung amalanmu, ia adalah sifat dirimu.
Pos ini dipublikasikan di BUDAYA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s