BERHARAP YANG TIDAK ADA, YANG ADA DISIA-SIAKAN


Sering kita berharap terlalu tinggi. Sesuatu yang belum jelas, masih jauh di angan-angan. Ironisnya yang sudah ada dan yang sudah dimiliki disia-siakan. Yang terjadi kemudian adalah penyesalan.

telor blorok

Waktu kecil suatu ketikasaya disuruh makan, saya bilang, “Nggak dulu. Saya nunggu nasi selamatan tetangga sebelah.” Saya tahu tetangga sebelah ada acara syukuran. Karena Ibu diminta membantu. Dan jelas terlihat keramaian seperti terop dan loud speaker yang sudah ada. Dan nasi selamatan memang sungguh enak. Lengkap ada ayam, telur, tahu, tempe, sayur dan lainnya.

Namun Ibu memarahi, “Jangan berharap telor blorok.” Artinya jangan berharap telor yang belum tentu ditelorkan oleh ayam. Jadi apa yang ada, ya dimakan. Tidak usah menunggu yang belum jelas, seperti telor yang ada di perut ayam. Tidak kelihatan pasti.

Meski bagi saya nasi selamatan sudah jelas, saya turuti nasehat Ibu ini. Tentu saja kalau kepastiannya sangat besar, saya makan tidak kenyang. Menyisakan perut untuk makan nasi selamatan yang enak itu. Tapi kalau belum jelas apakah diberi atau tidak, saya makan kenyang saja. Kalau memang diberi ya rezeki, kalau tidak diantari ya sudah. Saya tak akan kecewa. Karena haknya tetangga memberi kita atau tidak.

Kini setelah dewasa pelajaran dari Ibu selalu saya camkan. Saya tidak akan berharap dan bersandar pada kepastian yang belum pasti. Misal: ketika ada tawaran diskon gila-gilaan dari sebuah sales waktu jalan-jalan di mall, saya akan berpikir dulu ada anggarannya tidak. Meski di tangan sudah ada kartu kredit, tinggal gesek saja. Saya tidak akan berharap misal pada rezeki ini-itu. Yang di tangan ada uang untuk itu tidak. Kalau ada ya dibeli, kalau tidak ya tidak jadi. Kalau memang jelas sudah ada anggarannya, ya tidak apa-apa gesek kartu kredit. Karena memang praktis.

Dengan sikap seperti ini saya menjadi mudah bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki. Tidak gampang kecewa kalau misalnya harapan kita tak tercapai. Karena toh saya tak berkorban untuk itu. Misal: saya sudah menunggu nasi selamatan tersebut dengan tidak makan, eh setelah kelaparan, ternyata tidak jadi juga diantar oleh tetangga nasi selamatan itu.

Selain itu dengan sikap ini saya tak akan membuang waktu, tenaga dan lainnya untuk sesuatu yang belum jelas. Saya optimalkan apa yang dimiliki.

Saya selalu bilang pada diri saya dan keluarga, jangan menunda sesuatu karena sesuatu yang belum jelas. Misal: saya mau rajin shalat kalau sudah punya sepeda motor sendiri. Punya sepeda motor ini tentu saja tidak jelas pastinya. Tanggalnya kapan. Kalau tidak mau shalat ya sudah. Tapi jangan beralasan dengan sesuatu yang lain. (Tentu saja saya juga mengajarkan teori ayam blorok ini).

Hari ini saya baca ada sebuah menteri yang merasa kecewa. Dirinya sebenarnya mencalonkan sebagai anggota DPR. Dan ternyata memang benar terjadi. Suara yang diraih cukup untuk melenggang ke Senayan. Namun dia buang kesempatan itu karena berharap jadi menteri lagi. Sekarang naga-naganya tidak ada tawaran menjadi menteri lagi. Saya bayangkan perasaan menyesal dan kecewa akan timbul padanya.

Kita hanyalah manusia yang tak tahu masa depan. Yang ada adalah sekarang. Kita syukuri dan optimalkan apa yang sudah dimiliki.

Bagaimana menurut anda?

Tentang chomliki

Aku adalah manusia yang bernafas demi meneruskan sisa kehidupan dan hanya menunggu saat-saat kematian. Hidupku adalah akar yang menjalar, menjelajah kesegenap tujuan, walau payah walau susah walau yang datang hanyalah setitis air jernih yang bakal menyinari hidup yang hanya sebentar ini Aku adalah insan yang punya hati dan perasaan. Aku ingin berkasih seperti insan lain yang berkasih. Hatiku ini sering menangis karena skenario hidupku di dunia yang penuh dgn fatamorgana. Aku seperti jiwa yg hilang berdiri diantara pilar keterasingan lupa diri akan kenistaan bimbing dan ampuni aku Robb Aku tidak mengetahui kebenaran mutlak. Tetapi aku menyadari kebodohanku itu, dan di situlah terletak kehormatan dan pahalaku. Berusahalah dengan ikhlas tanpa memikirkan balasan semata-mata, kerana semakin tinggi keikhlasan di dalam diri, semakin tinggilah balasan baik yang akan diperolehi dalam keadaan sadar atau tidak Hidup ibarat matematika yaitu tambah, kurang, kali dan bagi. amalan yang baik hendaklah ditambahkan, segala perbuatan yang buruk dan dimurkai oleh Allah hendaklah ditolak atau dijauhkan, pahala amalan hendaklah digandakan dan masa yang ada hendaklah dibagikan dengan sempurna agar kita tidak tergolong dlm golongan mereka yang rugi hidup di dunia & akhirat. Renung fikiranmu, ia menjadi kata-kata; Renung kata-katamu, ia menjadi perbuatan; Renung perbuatanmu, ia menjadi amalan; Renung amalanmu, ia adalah sifat dirimu.
Pos ini dipublikasikan di BUDAYA dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke BERHARAP YANG TIDAK ADA, YANG ADA DISIA-SIAKAN

  1. Debi kurniawan berkata:

    Aq da tmbhn ne..
    Menurut aq dlm stiap usaha qta ingin mndptkn/mnghrpkn ssuatu hndak’y qta brdo’a dlu untk mndptkn bmbngan dr Allah spy pa yg nnti’y qta dpt mmpnyai hkmah n d ridoi-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s