Tetes-Tetes Do’a


Apabila malam sesaat sirna
Dan rembulan terlelap tidur di pagi buta
Dengan segaris senyum kujelang siang yang merona
Meninggalkan embun pagi
Merangkai cahaya pelangi
Menuliskan syair-syair puisi,
Puisi tentang kupunya sekeping hati
Tintanya adalah merah darah
Dari mataku yang basah
Demi mengingat-Mu untuk segenap keluh kesah
Apabila mega mewarna hitam kelam
Dan matahari tenggelam di samudera terdalam
Dengan sukacita kuminta lagi pelukan temaram
Menyentuh bintang gemintang
Meraih seluruh dun

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s