WISATA


WISATA KOTA MALANG

Kota Malang sejak masa kolonial dikenal sebagai tempat peristirahatan dan tujuan wisata bangsa Eropa terutama dari Negeri Belanda. Iklim tropis pegunungan yang sejuk dan kaya pemandangan indah serta lingkungan yang alami dikelilingi oleh perkebunan, pegunungan, sungai dan taman menjadikan Kota Malang dikenal sebagai Paris Van East Java dan Switzerland of Indonesia. Kota Malang juga merupakan pusat pertemuan beragam etnik, agama, kepercayaan dan budaya khas Jawa Timur yaitu Jawa Tengahan, Jawa Kulonan, Jawa Wetanan (Blambangan), Pesisi Lor dan Kidul, Madura, Osing (Jawa – Bali) dan Mandalungun (Madura – Jawa) sehingga memiliki keunikan serta daya tarik tersendiri.

Kota Malang pada saat ini merupakan tempat persinggahan / transit dan tujuan perbelanjaan serta souvenir / kerajinan rakyat bagi turis domestik dan mancanegara. Kebanyakan lokasi wisata di Jawa Timur berada di wilayah eks Karesidenan Malang (sekarang wilayah Pembantu Gubernur di Malang). Terutama di wilayah Kabupaten Malang dan Kotatif Batu, namun fasilitas pariwisata terlengkap ada di Pusat Kota Malang. Maka Kota Malang telah mantap menjadikan wilayahnya sebagai tempat bermukim sementara bagi para turis mancanegara dan domestik. Sebagai Kota Kenangan bagi turis Eropa terutama Belanda Kota Malang masih tetap sebagai primadona karena banyak peninggalan gedung / bangunan, taman khas warisan kolonial serta tempat bersejarah lainnya tetap dilestarikan oleh Pemda.
Untuk memudahkan pengunjung wisata di Kota Malang telah tersedia berbagai fasilitas penunjang bertaraf nasional dan internasional seperti hotel, tempat hiburan, rumah makan, valuta asing, tourist guide, travel biro, sarana transportasi, pos dan telekomunikasi, instansi pariwisata, pelayanan umum dan keamanan.
  • BROMO

Sunrisenya bagus. Kalau keliling di lautan pasir, lebih baik pakai kuda, Kalau tidak bisa capek. Terus, menuju ke puncak Bromo, kita bakalan melewati anak tangga yang tinggi, coba deh, Kalau iseng, itung ada berapa. Antara percaya dan tidak, jumlah anak tangga antara naik dan turun jumlahnya berbeda Berkuda malem hari dilautan pasirnya asyik sekali lho, apalagi kalau bisa mencapai puncak seribu tangganya dan melihat kawah bromonya langsung sambil nunggu matahari terbit dari ufuk timur Kalau mau ke Bromo untuk liat sunrise nanti diantar pihak hotelnya. Kalau bawa mobil sendiri lebih baik lewat probolinggo karena jalanan lebih mulus dan tidak kelok kelok, atau bisa lewat Lumajang, kalau lewat Lumajang bisa mampir dulu ke Ranupane-Gunung semeru.
  • COBAN RONDO

Air Terjun Coban Rondo juga merupakan salah satu obyek wana wisata yang dimiliki di Kabupaten Malang. Terletak ± 12 km dari Kota Batu, atau tepatnya di Desa Pandansari Kec. Pujon. Di obyek wana wisata ini akan anda temui sebuah air terjun dengan ketinggian 60 m. Kawasan Wana Wisata Air Terjun Coban Rondo adalah kawasan wana wisata yang paling mudah ditempuh. Jalan masuk menuju lokasi sudah beraspal, sehingga sangat memudahkan wisatawan apabila ingin mengunjungi obyek wana wisata ini. Di sekitar air terjun Coban Rondo, dipenuhi pohon-pohon pinus dan cemara gunung, membuat suasana di obyek wisata ini serasa sejuk. Tidak hanya air terjun saja yang ada di obyek wana wisata ini. Anda juga dapat melihat panorama keindahan kota Batu, aneka tanaman toga, aneka satwa serta penginapan yang pada saat ini sedang dalam tahap pengerjaan.
  • BALEKAMBANG

Pantai Balekambang terletak di Kecamatan Bantur ± 65 km, sebelah selatan kota Malang. Pantai ini dapat dicapai melalui Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Bantur, dilanjutkan ke Desa Srigonco. Perjalanan ini dapat pula dicapai melalui Kecamatan Kepanjen, Kecamatan Pagak belok ke kiri ke arah KecamatanBantur. Pantai Balekambang ini cukup menawan. Hal ini didukung pula dengan fasilitas yang memadai, tempat parkir yang luas, camping ground, kios cinderamata, rumah makan, mck, kantor informasi, bungalow sedeharna, kolam renang dan bumi kemah pramuka, mushola dan pendopo. Pantai landai ini dipenuhi dengan karang laut, yang membentang sepanjang 2 km dengan lebar 200 meter ke arah laut, sewaktu air laut surut tampak di atas air dandisela-selanya disela-selanya ta satwa laut lain yang beraneka ragam. Di lepas pantai nampak tiga buah pulau berjajar ke arah barat, Pulau Ismoyo, pulau Anoman dan Pulau Wisanggeni. Pulau Ismoyo berdiri megah sebuah Pura, tempat tersebut dihubungkan oleh sebuah jembatan setapak dengan lebar 1,5 meter. Pada bulan Suro, Pantai Balekambang cukup ramai di datangi wisataman baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Ada acara yang khusus di Pantai Balekambang ini yaitu Upacara Surohan (Suro’an) dan Upacara Jalanidhi Puja.
  • JATIM PARK

Jawa Timur (Jatim) Park yang berlokasi di Jl. Kartika nomor 2 Batu ini menawarkan wahana rekreasi hiburan baru untuk segala usia.Mulai anak-anak, remaja hingga kakek nenek. Memang, obyek wisata ini dipersiapkan sebagai tempat wisata keluarga di Jawa Timur. Untuk menuju ke lokasi Jatim Park tidak terlalu sulit. Sebab, obyek itu hanya 2,5 kilo meter dari pusat Kota Batu. Didalam obyek wisata yang luasnya sekitar 22 hektare dengan ketinggian 850 meter diatas permukaan laut ini, menyimpan beraneka ragam pengetahuan, hiburan sebagai sarana bermain.Jawa Timur Park boleh dikata obyek wisata paling beda di Jatim, karena selain menawarkan kepada wisatawan untul berekreasi juga sekaligus untuk kegiatan belajar. Karena kita akan mendapat pengetahuan baru selain hiburan. Hal ini bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang disediakan Jawa Timur Park, terdapat sedikitnya ada 36 macam fasilitas yang bisa dinikmati pengunjung. Sebelum menikmati seluruh sarana hiburan, pada saat awal masuk lokasi akan diberi sajian berupa Galeri Nusantara. Setelah itu masuk ke Taman Sejarah yang berisi miniatur candi-candi miniatur di Jawa Timur seperti Candi Sumberawan(Singosari-Kabupaten Malang), rumah adat Kiai Hasan Besari Ponorogo dan Stupa Sumberawan.Fasilitas lain yang bisa dinikmati adalah Taman Agro yang menyajikan tanaman dan buah-buahan langka, Animal Diorama, berisi binatang-binatang unik yang sudah diawetkan, sarana bermain seperti boling, lempar bola, disko skuter, food centre Ken Dedes dan Ken Arok. Dan masih banyak lagi.

WISATA BAHARI LAMONGAN (WBL)

Dulu publik pasti merasa asing kalau mendengar nama Pantai Tanjung Kodok dan Gua Maharani. Kedua objek wisata yang terdapat di Kabupaten Lamongan ini sebelumnya tak begitu dikenal hobiis wisata jalan-jalan. Kalaupun ada yang sudah pernah ke sana, mereka hanya singgah sebentar di dua obyek tersebut.Sekilas melihat batu berbentuk seperti kodok yang menjadi trade mark dari pantai itu dan berjalan sebentar dalam panasnya Gua Maharani. Minimnya fasilitas membuat para wisatawan hanya sambil lalu saat berkunjung ke sana.Namun sekarang tak lagi seperti itu, bisa dibilang apa yang dilakukan Pemkab Lamongan dengan menyulap dua obyek itu menjadi kawasan wisata terpadu Wisata Bahari Lamongan (WBL) sungguh terobosan luar biasa.

Daerah wisata yang bertempat di Jalan Raya Daendeles (Pantura) itu kini mulai terkenal sampai ke luar Lamongan, bahkan hingga ke luar Provinsi Jatim. Kini, tempat itu menjadi salah satu katalog agenda wisata keluarga Jatim. Selain Jatim Park I di Batu, Sengkaling di Malang, atau Pantai Ria Kenjeran di Surabaya, warga Jatim bisa memilih WBL sebagai salah satu tempat tujuan melepas penat bersama keluarga.

Awalnya kawasan yang disajikan dengan konsep one stop service itu dibangun di atas tanah seluas 17 hektar. Untuk ke depannya area wisata itu akan dikembangkan lagi hingga 24 hektar.

Pembangunan pertama area wisata itu mengembangkan kawasan wisata Tanjung Kodok yang disulap menjadi tempat wisata modern dengan aneka fasilitas wisata. Berdirinya WBL adalah hasil kerjasama antara Pemkab Lamongan dan PT Bunga Wangsa Sejati yang sebelumnya membangun Jatim Park I di Batu. Dari kerjasama itu, kemudian dibentuk PT Bumi Lamongan Sejati sebagai pihak yang mengelola WBL.

Dengan tiket Rp10.000-Rp15.000 dan tiket terusan Rp25.000-Rp35.000, pengunjung dapat menikmati sedikitnya 20 macam fasilitas wisata.

Aneka fasilitas wisata itu di antaranya adalah arena ketangkasan, insektarium, marina, kolam renang air tawar, kolam renang laut dengan pantai pasir putih buatan, bumper car, space shattle, kano, long boat, bumper boat, tagada, planet kaca, sarang bajak laut, arena pacuan kuda, dan sirkuit go kart.

Tak hanya itu, pengunjung akan disediakan tempat belanja komplet khas Jatim yang bisa dijumpai di toko suvenir. Di tempat tersebut tersedia produk unggulan, pasar ikan, buah dan sayur, serta pasar hidangan yang dibuka mulai pukul 09.00 sampai 21.00 WIB. Daya tarik WBL tidak hanya terletak pada fasilitas wisata yang lengkap. Namun, daya tarik paling berharga terletak pada pemandangan lepas pantai ke Laut Jawa di utara WBL.

Bisa dipastikan, daya tarik WBL semakin memikat saat perluasan tahap kedua kawasan itu rampung. Perluasan WBL mengembangkan kawasan wisata Gua Maharani yang terletak 300 meter sebelah selatan area Tanjung Kodok.

Rencananya, antara kawasan wisata Tanjung Kodok dan Gua Maharani disatukan dalam satu paket wisata bahari. Sebagai sarana penghubung, pengunjung bisa memanfaatkan kereta gantung, sebuah jaringan kereta gantung pertama di Jatim.
Kini, pengembangan sedang difokuskan pada pembangunan hotel dan convention hall di sebelah barat Tanjung Kodok. Bahkan, pembangunan hotel berbintang tiga dengan kapasitas 50-60 kamar itu sudah selesai 70 persen. Hotel dengan kapasitas 500 pengunjung disiapkan sebagai “barak penginapan”, di mana pengunjung bisa menginap lima sampai 15 orang sekaligus dalam satu kamar.

Lokasi wisata WBL bisa ditempuh dengan kendaraan jenis apa pun. Sebab, letaknya tepat di pinggir Jalan Raya Daendels Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Tepatnya satu jam perjalanan arah utara Kota Lamongan dan satu setengah jam arah barat Kota Surabaya.

Tidak jauh dari tempat itu, sekitar lima kilometer arah timur, pihak Pemkab Lamongan akan mengembangkan sebagai kawasan berikat yang dikenal dengan Lamongan Intregated Shorbase (LIS).

Sementara itu, sekitar enam kilometer arah barat terdapat pelabuhan ikan Brondong yang dilengkapi dengan tempat pelelangan ikan yang sangat dikenal di Jatim. Kawasan wisata ini juga dekat dengan sentra kerajinan emas, batik tulis dan bordir Desa Sendang Agung dan Sendang Duwur.

Sungguh bagus konsep yang dikembangkan Pemkab Lamongan dan pengembang Jatim Park ini. Wahana rekreasi yang memanfaatkan potensi dari Pantai Tanjung Kodok menjadi begitu menariknya. Tidak hanya memanfaatkan lokasi pantai tapi benar-benar melibatkan pantai sebagai salah satu wahananya. Salah satu alternatif menarik bagi kita terutama yang suka sekali dengan pantai, WBL menjawab semua keinginan kita. Satu catatan saja, jangan lupa pakai sunblock dan minum air yang banyak, karena hawa di sana panas sekali.
Entrance
Di wisata bahari Lamongan untuk akses masuk
ke area lokasi ada 4 (empat) pintu, yaitu Pintu
A,B,C,dan D. dan disebelah samping kanan
dan kiri kami tempatkan loket-loket penjualan
tiket. Kami juga mohon maaf karena anda tidak
diperbolehkan membawa makanan kedalam
area wisata, disamping loket kami juga
menyediakan tempat istirahat yang berada di
sebelah kanan pintu masuk.
Rumah Kucing
Wahana ini salah satu dari wahana pendidikan
(education outlet) yang ada di WBL, diwahana
ini anda sekeluarga dapat melihat dan bermain
dengan jenis kucing dari seluruh dunia antara
lain kucing Persia, Anggora dan masih banyak
lagi jenis kucing yang akan anda sekeluarga
ketahui. Anda juga dapat bermain, foto bahkan
dapat menyentuh, menggendong sepuasnya.
Anda juga akan menyaksikan keganasan
fishing cat dalam mencari mangsa semuanya
hanya ada di Wisata Bahari Lamongan (WBL).
 
Arena Ketangkasan
Wahana ini adalah tempat
yang paling tepat untuk
menguji ketangkasan anda
mulai dari memanah,
menembak, melempar bahkan
memainkan bola, semua itu
tentu ada hadiah yang akan
anda dapatkan jika anda dapat
memenangkannya, disini kami
mempunyai + 20 stand
permainan, segera  buktikan
kemampuanmu di Arena
Ketangkasan.
 
Rumah Sakit Hantu
Wahana yang satu ini paling tepat buat anda
yang suka ketegangan, karena anda akan
menemukan sesuatu yang mungkin belum
anda temukan sebelumnya, yaitu Rumah
Sakit, konon di dalam bangunan bekas
rumah sakit ini terdapat banyak panghuni
ghoib (Hantu) atau orang berkata angker
apakah anda punya nyali atau tidak.
Coba anda rasakan kengerian yang ada
dalam wahana ini yang pasti hanya Wisata
Bahari Lamongan (WBL) yang punya.
 
Go – Kart
Satu lagi permainan yang kami sajikan di Wisata
Bahari Lamongan adalah sirkuit Go – Kart.
Wahana ini khusus bagi anda yang memiliki jiwa
pembalap mobil Formula 1 (F1) sambil
menghirup segarnya udara pantai serta
menghadapi tantangan srikuit yang unik.
Dari anak-anak sampai dewasa bisa menikmati
fasilitas ini, sebab Pelan asyik, ngebut aman.
Coba datang dan buktikan di Wisata Bahari
Lamongan (WBL).
 
Istana Bawah Laut
Buat adik-adik yang ingin jadi astronot,
pilot, atau masinis kereta. Kami sajikan
sebuah permainan yang mungkin bagi
adik-adik akan suka semuanya kami
kemas dalam satu tempat yaitu Istana
Bawah Laut (IBL), dalam wahana ini
banyak sekali permainan buat
anak-anak antara lain: Samba
Balloons, Samba Jet, Mini Columbus,
Mini Train, Air joe, tembak air, juga ada
Arena belajar nyetir dan arena
Bermain, yang pasti seru.
 
Moto Cross
Wahana ini adalah tempat yang paling
cocok buat anda yang memiliki jiwa
pemabalap, karena sirkuitnya yang unik
dan penuh tantangan, akan menjadikan
anda merasa seperti pembalap
professional, disini untuk berat kami batasi
max 70 Kg
Di wahana ini pula kami sajikan satu lagi
permainan yang mungkin anda belum
pernah temukan di Jawa Timur
sebelumnya yaitu ATV sepeda
motor/kendaraan roda 4 (empat), ini
satu-satunya permainan di Jawa Timur
hanya WBL yang punya. Segera kunjungi
kami tunggu kedatangan anda.
 
Galleri Kapal & Kerang
Satu lagi wahana pendidikan (education)
yang ada di WBL yaitu gallery kapal dan
kerang, di wahana ini ada berbagai macam
jenis kapal dan kerang, mulai dari kapal
tradisional sampai kapal perang yang
digunakan pada masa majapahit selain itu
juga ada miniature kapal Dewa Ruci yang
pernah berkeliling dunia.
Disini juga terdapat banyak jenis kerang
dan biota laut lainya dari seluruh dunia
mulai dari Amerika, Eropa, Australia, dan
Indonesia semuanya kami tuangkan
digaleri Kapal dan Kerang Wisata Bahari
Lamongan (WBL).
 
Sarang Bajak Laut
Wahana ini adalah sebuah tempat yang
menceritakan segalanya tentang bajak
laut, semua kehidupan bajak laut dapat
kita temui disini, mulai dari gudang
senjata, gudang minuman, tempat
penyimpanan harta hasil rampokan,
perang antar kapten sampai acara
pesta pora ala bajak laut. Coba ke WBL
dan masuk, pasti anda akan
terkagum-kagum.
 
Goa Insectarium
Wahana ini merupakan salah satu
wahana pendidikan (education) yang
menceritakan suatu sisi keindahan alam,
yang terletak didalam goa yang
fantastic, selain ada banyak sekali jenis
serangga dari seluruh dunia yang
menarik, juga banyak jenis kepompong
dalam goa ini anda juga akan menemui
telaga penyu, telaga udang, telaga
stalaktit dan stalaknit yang benar-benar
mengesankan, hanya Wisata Bahari
Lamongan yang punya
 
Tagada
Wahana yang satu ini berbeda
dengan wahana yang lain, disini anda
akan merasakan naik kapal yang
dihantam badai disamudra, disini
kami juga menyajikan game-game
seru yang pasti bisa menghibur anda
tentunya kami menyediakan
hadiah-hadiah menarik sebagai
kenangan-kenangan dari kami, kalau
tidak percaya silahkan anda datang
dan buktikan sendiri ke Wisata
Bahari Lamongan.
 
Planet Kaca
Jangan lewatkan wahana yang satu ini,
anda akan menemukan banyak
petualangan yang mengesankan dan
tak terduga didalamnya, dan anda
jangan percaya sepenuhnya dengan
apa yang ada lihat dalam kaca, karena
ternyata kaca juga dapat menipu kita.
Karena dalam wahana ini anda
memasuki ruang seribu bayangan,
disini anda akan bertemu dengan
manusia luar angkasa (alien), disini
juga ada cermin ajaib yang bisa
mengubah bentuk postur tubuh kita.
Coba saja kalau tidak percaya datang
ke Wisata Bahari Lamongan.
 
 

Playground Remaja
Wahana ini memang cocok buat
anak-anak khususnya remaja yang aktif,
siapkan mental dan tenaga anda untuk
bermain disini, anda bisa memanjat,
meluncur, merayap, menggantung dan
berlari bersama teman-teman anda.
Tempat ini memang paling asyik buat
bermain, disini juga kami menyediakan
games, tempat ini cocok untuk uji
imajinasi dan stamina (out bound) yang
menarik anda juga berkesempatan
mendapatkan hadiah dari kami. Buktikan
di WBL

 

Dunia Air/Permainan Air
Jangan penah mengaku ke Wisata
Bahari Lamongan (WBL) kalau belum
masuk permainan air, wahana ini
berbeda dengan wahana-wahana yang
lain, banyak sekali petualangan baru
yang akan anda dapatkan disini, sebab
rintangan atau jebakan yang kami
sajikan semua menggunakan sensor
gerak.
Wahana ini pertama kali di Indonesia dan
anda tidak akan pernah menemukannya
ditempat wisata lain. Jadi anda jangan
sampai kaget bila memasuki wahana ini
yang pasti siapkan mental anda untuk
menghadapi tantangan dari kami.
Segera datang ke WBL.Yang pasti
seru….!!!

 

Permainan Bahari
Selain permainan didarat kami
juga punya permainan dilaut
atau permainan bahari, disini
ada banyak sekali permainan
laut seperti kano, Bumper
Boat, Long Boat, Banana
Boat, Speed Boat, Ski Boat,
Perahu Tradisional, remote jet
dan Jet Ski, kami juga
menyewakan Fishing Set,
perahu karet dan kapal pesiar.
Sambil menunggu permainan
bahari nikmati sajian istimewa
semuanya kami sajikan untuk
anda. Dan tentunya masih banyak lagi yang lainnya. Segera ajak keluarga dan kerabat anda berkunjung ke WBL, Lamongan.

 

 
 
 
 
Menikmati Eloknya Gunung PapandayanWISATA alam merupakan salah satu alternatif tujuan wisata masyarakat, khususnya bagi mereka yang bermukim di daerah perkotaan. Beristirahat sejenak dari bising dan gaduhnya suasana di kota dengan menikmati indahnya panorama alam, sedikitnya dapat mengurangi rasa jangar akibat pekerjaan yang terlalu banyak menguras tenaga dan pikiran.


PARA pendaki asyik menapaki jalur pendakian di Gunung Papandayang Kab. Garut, Jawa Barat.*

Gunung Papandayan sebagai salah satu gunung tertinggi di kawasan Provinsi Jawa Barat selain Gunung Ciremai, merupakan objek wisata yang kiranya patut untuk dikunjungi. Objek wisata yang berlokasi di Garut ini termasuk objek wisata alam cukup terkenal, terutama bagi mereka yang punya hobi mendaki gunung, baik yang tinggal di kawasan Provinsi Jawa Barat maupun di luar Provinsi Jawa Barat. Letak objek wisata ini pun terbilang sangat mudah ditempuh melalui transportasi darat selama hampir kurang lebih 2,5 s.d. 3 jam.

Seperti halnya gunung-gunung lain, untuk menuju gunung Papandayan terdapat beberapa pintu masuk, salah satunya melalui pintu masuk yang berada di Desa Pakejeng Kecamatan Pamulihan yang merupakan pintu masuk paling biasa dilewati para pendaki. Sesampainya di Desa Pakejeng, kita sebenarnya masih harus berjalan menuju kaki gunung Papandayan sekaligus menuju pos pendaftaran yang jaraknya lumayan jauh, yaitu sekira 8 s.d. 10 km (menurut informasi penduduk) dengan kondisi jalan menanjak.

Tetapi bila kita tidak ingin capek atau membawa bekal uang yang cukup banyak, kita sebenarnya dapat menyewa dolak (mobil dengan bak terbuka) untuk mencapai kaki gunung tersebut, namun tentunya dengan harga yang cukup tinggi. Bagi para pendaki, berjalan kaki merupakan pilihan utama, selain untuk mencari pengalaman juga tentunya agar menghemat bekal uang agar cukup untuk pulang nanti.

Sesampainya di kaki Gunung Papandayan, kita diharuskan melakukan pendaftaran dengan membayar biaya administrasi sebesar Rp 1.500,00 (tahun 2000) dan kita pun diharuskan menyimpan kartu identitas pribadi ataupun kelompok. Bagi para pendaki yang ingin beristirahat sejenak selepas perjalanan yang cukup menguras banyak keringat tadi, dapat mendirikan tenda di area bumi perkemahan Camp Davies.

Bagi yang ingin melanjutkan pendakian menuju puncak gunung, terlebih dahulu harus menempuh perjalanan jauh selama berjam-jam dengan kondisi perjalanan berbatu dan menanjak. Di sini para pendaki harus berhati-hati, karena bila tidak, bisa tergelincir dan menimpa batu-batu besar yang berada di sekeliling jalan sehingga nyawa boleh jadi menjadi taruhannya.

Di tengah perjalanan antara Camp Davies dengan puncak gunung Papandayan, kita dapat menyaksikan suatu fenomena alam yang begitu jelas tampak di depan pelupuk mata, yaitu bagaimana semburan uap panas keluar dari perut bumi dan mengeluarkan bau yang begitu menyengat, mungkin karena mengandung unsur belerang. Di sini biasanya para pendaki menyempatkan diri untuk berfoto bersama mengabadikan fenomena alam yang mungkin saja tidak terdapat di kawasan wisata alam lainnya.

Ketika perjalanan hampir sampai di puncak gunung Papandayan, kondisi perjalanan akan terasa seikit lebih menyejukkan karena rimbunnya pepohonan. Berbeda dengan kondisi sebelumnya, udara terasa panas karena di sekitar perjalanan jarang terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi yang mampu menahan teriknya sinar matahari dan hanya berupa tebing dan batu-batu cadas besar.

Sesampainya di puncak gunung Papandayan atau lebih dikenal dengan nama Pondok Saladah, ada kebanggaan tersendiri bagi para pendaki yang berhasil mencapainya. Alam terasa tampak sangat indah dilihat dari atas puncak gunung, kita pun seolah-olah berada di atas awan yang terhampar bagaikan permadani putih raksasa. Kita juga dapat melihat atau bahkan memetik bunga eidelweis yang juga disebut-sebut sebagai bunga abadi, bunga yang meskipun dipetik tidak pernah layu dan tidak pernah hilang aromanya khasnya. Bunga ini merupakan bunga yang tergolong langka karena hanya tumbuh di atas puncak gunung yang beriklim dingin dan tidak semua puncak gunung ditumbuhi oleh bunga jenis ini.

Walaupun udara di puncak gunung terasa sangat dingin, tetapi hal tersebut seakan sirna oleh keindahan alam di sekitar puncak gunung yang menyuguhkan suasana yang tidak mungkin diperoleh di tempat lain. Akhirnya kita hanya bisa mengucapkan “Maha Besar Allah dengan segala bentuk keindahan yang diciptakan-Nya”. (Sutrisna/mahasiswa program ekstensi Ilmu Komunikasi Jurusan Manajemen Komunikasi Angkatan 2003 Universitas Padjadjaran)***

Pesona Taman Safari Prigen

PUNCAK Gunung Arjuna yang membiru dan berselimutkan kabut menjulang di arah utara. Di sisi timur, membentang lembah hijau dengan tegalan dan persawahan serta rumah-rumah penduduk di antara rimbunnya pepohonan. Itulah sejauh-jauh mata memandang dari Desa Jatiharjo, Kec. Prigen, Kab. Pasuruan, Jawa Timur. Suatu desa yang berkembang menjadi objek wisata cukup menarik sejak kehadiran Taman Safari Indonesia (TSI) di wilayah itu.


BINATANG buas di Taman Safari Prigen.*

Masyarakat Jawa Timur sendiri mengenal TSI yang beroperasi sejak tahun 1997 itu sebagai “Taman Safari Prigen”. Objek wisata satwa alam “adik kandung” TSI Cisarua Bogor itu, sama-sama didirikan pengusaha Johan Manansang di suatu kawasan hutan lindung yang berhawa sejuk.

Berbeda dengan TSI Cisarua Bogor yang telah sangat populer dan senantiasa kebanjiran pengunjung, Taman Safari Prigen yang terletak di jalur utama antara Kota Surabaya dengan Kota Malang termasuk relatif “sepi” pengunjung. Pada hari-hari libur, Taman Safari Prigen yang berjarak sekira enam kilometer dari jalan raya Surabaya – Malang ke arah barat itu memang cukup padat. Namun pada hari-hari biasa, baik jalanan dari arah jalan raya Surabaya – Malang maupun di lokasi Taman Safari yang mencapai luas 400-an hektare tampak lengang.

Secara geografis, Taman Safari Prigen yang dihuni belasan jenis satwa – terutama satwa yang dilindungi – memiliki pesona alam yang tidak jauh berbeda dengan Cisarua Bogor. Bagi pengunjung Taman Safari Prigen, baik yang membawa kendaraan sendiri maupun yang menumpang mobil-mobil angkutan umum dan ojek, akan dapat menikmati keindahan panorama sejak dari jalna raya Surabaya – Malang sampai ke hutan lindung di lereng Gunung Arjuna tersebut.

Lokasi Taman Safari Prigen sendiri, tepat berada di pinggang gunung sekira 600-800 di atas permukaan laut (dpl). Itu sebabnya, suhu udara Taman Safari Prigen pada siang hari terasa sejuk. Itu sebabnya, puncak Gunung Arjuna lebih sering berselimutkan kabut, terutama pada musim penghujan yang basah.

Daya tarik Taman Safari Prigen sudah terasa, manakala pengunjung sempat memperhatikan pedusunan di sepanjang jalan antara jalan raya Surabaya – Malang sampai ke Taman Safari. Di kiri-kanan jalan sempit yang meliuk-liuk naik-turun, rumah-rumah penduduk tampak rindang oleh tumbuhan tanaman hortikultura. Hampir di setiap pekarangan penduduk Desa Jatiharjo, ditumbuhi pohon buah-buahan, seperti rambutan, manggis, mangga dan lain-lain. Sedangkan tanah tegalan yang terlihat subur ditumbuhi tanaman sayur mayur dan hamparan persawahan menghijau oleh tanaman padi. Sebelum memasuki Taman Safari Prigen, pengunjung yang melintas jalan desa beraspal sepanjang sekira enam kilometer akan mendapati gapura-gapura berbentuk gading gajah. Gapura di pintu masuk ke taman wisata satwa alam sendiri, berbentuk bangunan mirip patung spinx dari Mesir. Di balik gapura itu, terbentang hutan lindung yang sebagian terdiri dari tanaman pinus.

**

MENGUNJUNGI Taman Safari Prigen yang sehari-hari senyap, para wisatawan harus melewati beberapa pos pemeriksaan. Bagi wisatawan yang tidak menggunakan mobil pribadi, pengelola Taman Safari Prigen menyediakan mobil angkutan khusus yang akan membawanya berkeliling taman melewati jalur jalan di seantero hutan lindung tersebut. Para wisatawan yang “bertualang” di Taman Safari Prigen akan dibuat penasaran, karena dalam jarak dua sampai tiga kilometer dari gerbang masuk belum akan menemui satwa-satwa galak yang dilindungi berkeliaran di kiri-kanan jalan. Setelah melintas beberapa pintu besi yang digerakkan secara otomatis, barulah para wisatawan dapat menyaksikan satwa-satwa yang dikelompokkan ke dalam beberapa benua. Pada satu sektor ditempatkan satwa-satwa langka asal Amerika Serikat, di sektor lain ada satwa asal Afrika, Eropa, Asia dan lain-lain.

Di sektor satwa-satwa asal Amerika Serikat, misalnya, pengunjung Taman Safari Prigen dapat bertemu serigala, bison, beruang madu, dan lain-lain. Di sektor satwa asal Afrika, terdapat kuda nil, unta, gajah, jerapah, burung unta dan sebagainya. Demikian pula di sektor satwa Asia dan Eropa ditempatkan beragam jenis satwa yang tergolong langka dan dilindungi.

Bagi wisatawan yang pernah berkunjung ke TSI Cisarua Bogor, barangkali akan menangkap kesan satwa-satwa di Taman Safari Prigen seperti tidak terawat, kurus-kurus dan tidak sehat. Menurut salah seorang pemandu di Taman Safari Prigen, Agung, penyebab kondisi satwa tersebut di antara karena penempatannya masih relatif baru, yakni dari tahun 1997 sampai sekarang.

“Pengunjung Taman Safari Prigen sendiri masih sangat sedikit, sehingga pengelola masih kekurangan dana untuk memberi pakan satwa secara baik. Sehingga satwa-satwa yang belum lama beradaptasi kondisinya belum sebaik di TSI Cisarua Bogor,” tuturnya. Kendati pihak pengelola Taman Safari Prigen menghadapi berbagai kendala, sambungnya, pengunjung tidak perlu kecewa karena di tempat itu juga tersedia berbagai atraksi satwa yang menarik. Bertolak dari konsep pengelolaan objek wisata sebagai tempat berekreasi, tempat konservasi dan tempat pendidikan, di Taman Safari Prigen juga ada pertunjukan satwa pintar seperti berbagai burung maupun satwa lain. Sama dengan pengunjung TSI Cisarua Bogor yang bisa berfoto dengan satwa galak yang dijinakkan, misalnya harimau loreng dan harimau tutul, momen tersebut juga bisa didapat di Taman Safari Prigen.

Sebagai tempat pendidikan, Taman Safari Prigen selain dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengenalkan berbagai satwa di habitatnya bagi anak-anak, di kawasan itu pihak pengelola juga melatih berbagai satwa liar yang dijinakkan untuk kebutuhan pertunjukan dan lain-lain.

Dalam usia Taman Safari Prigen hampir tujuh ini, tempat rekreasi dan wisata satwa alam itu akan semakin menampakkan pesonanya dan kian berkembang menjadi alternatif bagi para pelancong yang singgah ke Jawa Timur. Untuk menjangkau tempat wisata itu, selain relatif sulit, juga butuh biaya cukup besar. Walaupun demikian, kian meningkatnya pengunjung ke Taman Safari Prigen, selain memberi manfaat bagi perlindungan satwa langka yang dilindungi, juga akan berdampak lebih luas bagi masyarakat wisata yang memerlukan alternatif objek wisata. (Tok Suwarto/”PR”).***

“Lalakon” Sang Bukit Desa Jelekong

KECAMATAN Soreang di Kab. Bandung merupakan salah satu kecamatan yang memiliki pemandangan yang asri karena dihiasi banyak bukit-bukit yang hampir berdiri di tiap arah mata angin. Dari banyaknya bukit itu, tak banyak nama bukit yang dikenal. Hanya 2 atau 3 yang namanya cukup dikenal oleh penduduk luar kecamatan Soreang (kecamatan tetangga), diantaranya Bukit Singa dan Lalakon. Nama kedua bukit tersebut bisa dikenal lantaran sering dikunjungi karena menyimpan mitos.


BUKIT Lalakon di Kec. Soreang, Kab. Bandung.*

Bukit Lalakon yang terletak di Desa Jelekong merupakan bukit yang pernah punya kisah unik. Dikelilingi tiga kampung, Kampung Raksa Kidul, Badaraksa Tengah, dan Kampung Badaraksa Kaler. Sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Desa Situwangi. Meski sulit menemui tetua terdahulu yang masih mengenal kisah tentang Bukit Lalakon, namun para pengunjung yang kebanyakan kaum remaja, pelajar (pramuka) atau yang sekedar olah raga, masih bisa menanyakan kepada keturunan kuncen terdahulu. Misalnya saja Pak Jangkung (70), ia merupakan putra Ki Hidin (alm), salah seorang yang pernah jadi kuncen Bukit Lalakon dahulu. Sekira tahun 60-an, Bukit Lalakon masih banyak dikunjungi peziarah.

Menurut Pak Jangkung, berdasarkan kisah ayahnya dulu, Bukit Lalakon sangat angker. Orang dilarang berkunjung ke puncak pada hari Senin dan Kamis. Jika ada yang melanggar, maka akan ada saja akibatnya, bisa sakit atau bencana apa saja. Di puncak bukit yang luasnya kurang lebih 10 m2 ini orang kadang menemukan kuburan yang panjangnya dua meter lebih, sedepa atau kadang sejengkal. “Wallahu a’lam. Namanya juga cerita orang tua, masalah gaib,” ujar Pak Jangkung.

Lain lagi menurut Pak Didi (70), yang dipercaya oleh PLN Saguling sebagai penjaga/perawat tower pendeteksi sinyal satelit cuaca yang terletak tepat di puncak Bukit Lalakon. Meski ada bekas “hunyur” kuburan, namun sebenarnya itu bukanlah kuburan, tapi hanya ciri bahwa di sana pernah dijadikan sebagai tempat ziarah oleh penduduk sekitar Desa Jelekong. Pak Didi yang sudah 15 tahun diupah untuk menjaga tower tersebut menyebut beberapa nama tokoh yang pernah menjadi kuncen di sana, antara lain Ki Hidin (alm), Aki Amir (alm), Ki Acih, Ki Ere dan beberapa nama lainnya yang sudah tidak ada. Bahkan sampai saat ini, sesekali ajengan Oha, seorang penduduk Badaraksa, mengantar orang yang ingin ziarah ke puncak bukit yang tingginya sekira 600 m itu.

Dari penuturan Ikon (39), salah seorang ketua RW di Kampung Badarakan, didapat kisah lain. Meski ia tidak mengetahui tentang kisah Bukit Lalakon secara detail, karena ia salah seorang generasi baru juga pendatang, namun ia sering medengar dari penduduk tentang kisah Bukit Lalakon yang konon katanya dahulu sering dipakai tempat ziarah. Bahkan, ada pula orang yang maju ingin kaya, ingin dikasihi majikan, dapat pangkat atau jabatan, perjodohan dan lain sebagainya. Namun, semua itu hanyalah kisah dari cerita penduduk yang belum tentu kebenarannya. Sedangkan yang masih dilihat Ikon sampai saat ini, yaitu pada hari-hari tertentu masih ada orang yang berziarah ke Pasir Odah, salah satu pemakaman yang berada di kaki Bukit Lalakon sebelah selatan.

**

MESKI peradaban kini telah berubah, suasana sekitar Bukit Lalakon pun telah jauh berubah dibandingkan dengan dahulu. Akan tetapi, pada bulan atau hari-hari tertentu, masih saja ditemukan bekas sesaji di puncak Bukit Lalakon. Bahkan kertas bertuliskan kode buntut, kadang ditemukan berserakan. Padahal sore harinya Pak Didi telah membersihkan tempat tersebut. Artinya, masih sering ada orang yang sengaja bermalam untuk sekedar meminta kode buntut.

Kaki Bukit Lalakon sebelah timur dilalui kendaraan trayek Cimahi – Soreang dengan melalui jalan mulus beraspal memisahkan Bukit Lalakon dengan Bukit Paseban. Dari Ibu Kota Kabupaten Bandung menuju Bukit Lalakon hanya ditempuh tidak sampai memakan waktu 30 menit, karena jalan yang juga penghubung Soreang dengan Cililin ini juga bebas macet. Di sepanjang tepian jalan tersebut banyak dijumpai warung-warung nasi dengan berbagai menu. Tampaknya prospek perniagaan yang berhubungan dengan rumah makan atau warung nasi cukup menjanjikan, pasalnya perkembangan pemukikan makin pesat.

Bukit-bukit kecil di daerah itu perlahan menghilang kehijauannya karena digali bahan materialnya, seperti batu, pasir dan teras untuk diperdagangkan. Misalnya Bukit Paseban yang tinggal sepotong, batunya telah terkikis didinamit dan digali pasirnya. Satu sisi, dilihat dari puncak bukit lainnya, pemandangan itu cukup indah dengan tebing-tebing curam berwarna coklat kemerahan. Namun, di sisi lain, pemandangan tersebut mengerikan seandainya terjadi longsor yang mengancam para pekerja di bawahnya atau terhadap keseimbangan alam lainnya. (Sopandi/Nandang Koswara).***

WISATA KOTA TRENGGALEK

  • PANTAI PRIGI

Pantai Prigi terletak 45 km ke arah Tenggara kota Trenggalek, Jawa Timur. Keindahan sebagai tempat wisata sekaligus pelabuhan ikan yang masih aktif menjadikan pantai itu terasa berbeda.

Bagaimana tidak disaat menikmati deburan ombak, kita bisa menyaksikan nelayan yang hilir mudik dengan berbagai kesibukannya. Apalagi jika tidak bertepatan dengan bulan purnama, pengunjung dapat mendapatkan sajian menarik sekaligus merasakan langsung asyiknya menari jaring ikan bersama-sama dengan nelayan.

Menjelang sore, geliat kehidupan pantai ini memang terasa. Kawasan pantai menjadi ramai oleh pedagang maupun tengkulak ikan yang berdatangan. Para nelayanpun terus bekerja keras menarik jaring yang ditebar semalam dengan segala hasil ikan laut yang diperolehnya.

Sudah menjadi kebiasaan jika bulan purnama tiba, semua nelayan lebih banyak melakukan aktivitas di darat, satu diantaranya adalah metani (memperbaiki-red) jaring. DIsaat seperti itu hampir sepanjang pantai yang biasanya penuh ikan yang dijemur, berubah menjadi areal parkir jaring nelayan.

Meski di darat ada perubahan jadwal kegiatan nelayan, keindahan pantai prigi spertinya tidak ingin ikut berubah. Deburan ombak yang tenang di kala siang, berubah menjadi tak begitu ramah disaat malam, khas kawasan pantai laut Selatan. Disepanjang pantai yang luasnya mencapai kurang lebih tujuh hektar itu pengunjung bisa menyusuri pasir, sebelum akhirnya sampai di tempat pelelangan yang merupakan pendaratan ikan terbesar di Pantai Selatan setelah Cilacap.

Tak cuma komunitas nelayan yang bisa diakrabi di pantai Prigi. di tempat ini hidup pula mitos Ratu Pantai Selatan (Nyi Loro Kidul), sehingga pengunjung disarankan untuk tidak mengnakan pakaian berwarna tertentu saat berada disana. Kemudian ada pula legenda bercampur mitos yang terkait dengan keberadaan tempat ini.

Alkisah ketika rezeki tertumpa, saat itu pula rasa syukur seharusnya dipanjatkan kepada sang pemberkah. Keyakinan itulah yang membuat nelayan di pantai Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten trenggalek, Jawa Timur (Jatim) melestarikan upacara tradisional yang disebut Larung Sembonyo.

Upacara adat ini harus digelar pada bulan besar atau Selo dan minggu kliwon dalam penanggalan jawa. selain ungkapan syukur pada Tuhan, acara ini juga sekaligus sebagai peringatan pernikahan Raden Tumenggung Yudha Ne gara, seorang kepala prajurit kerajaan Mataram, dengan putri Gambar Inten, salah satu putri Adipati Andong Biru.

Tumenggung Yudha Negara adalah tokoh yang berhasil membuka wilayah Prigi. Tumenggung yang benama asli Raden Kramadipa itu adalah kepala prajurit yang ditugaskan Raja Mataram untuk memperluas wilayahnya di pesisir Selatan Jawa. Lahan yang harus di buka Teluk Pacitan hingga Banyuwangi.

Ketika itu salah satu syarat keberhasilan Yudha Negara adalah bila ia mau menikahi putri Gambar Inten. Singkat cerita, Andong Biru sangat berbahagia ketika Yudha Negara bersedia menikah denagn Gambar Inten. PEsta perkawinan digelar pada hari senin kliwon di bulan besar. Untuk kepentingan pariwisata, haris enin diganti minggu, sedangkan kliwonnya tetap.

Melalui pesta pernikahan itulah Yudha Negara secara resmi menamai tempat tersebut Prigi. Kemudian hari pernikahan diminta diperingati setiap tahun dengan upacara sedekah laut bernama Sembonyo, dengan dimeriahkan langen tayub.

Puncak upacara tradisional Larung Sembonyi ini dengan menceburkan sebuah tumpeng nasi kuning berukuran besar ke laut Selatan Jawa alias Samudra Indonesia. Sebelumnya tetua adat -semuanaya mengenakan pakain adat Jawa- memanjat doa. Dihadapan mereka berhadapan terdapat bakaran kemenyan yang ditancapkan diatas pasir.

Kemudian sebuah perahu nelayan mengantarkan tumpeng raksasa setinggi sekitar satu setengah meter, beserta segenap sesajian lain, ke tengah laut. Ribuan warga Trenggalek, terutama masyarakat nelayan Prigi, serta watulimo dan sekitarnya, menyaksikan dibawahnya “gunungan nasi” itu.

  • PANTAI KARANGGONGSO
Pantai Karanggongso terletak 3 km dari pantai Prigi yang terkenal dengan pasir putihnya yang sangat bagus untuk berenang dan mandi.
Tidak jauh dari pantai tersedia banyak restoran yang menyajikan bermacam-macam makanan nusantara termasuk seafood serta hotel dan penginapan yang relatif murah.Juga tersedia penyewaan boat.

  • GOA LOWO

Obyek wisata yang tak kalah menariknya dengan obyek-obyek wisata yang lain adalah Obyek wisata Gua lowo. Disamping mengagumi keajaiban alamnya, gua lowo juga menyimpan berbagai misteri.

Gua Lowo terletak di Desa Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek kurang lebih 30 KM. dari Kota Trenggalek juga 30 km dari Kota Tulungagung atau kurang lebih 180 km dari Kota Surabaya ke arah pantai selatan tepatnya ke arah Pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Tempat yang strategis dan mudah dijangkau serta satu jalur dengan obyek wisata Pantai Prigi inilah yang membuat makin mudah bagi pengunjung kerena bisa dalam bentuk satu paket wisata.

guo_lowo_9.jpgBegitu tiba di Guo Lowo pengunjung akan disambut suasana udara pegunungan yang sejuk dengan aroma hutan jati yang khas, karena lokasi Guo Lowo dikelilingi hutan jati yang rimbun. Dari tempat parkir menuju mulut gua, jalan yang sudah dipaving bersih membelah diantara teduhnya pepohonan kayu jati ini.
Begitu melewati mulut gua, kita langsung disambut ruang gua pertama yang sangat luas bagaikan aula. Langit – langit gua setinggi kurang lebih 20-50 meter, lebar gua sekitar 50 m. Mulai dinding gua dipenuhi dengan panorama dan beraneka macam bentuk.

Keindahan dinding gua dengan stalagtit menggantung maupun stalagmit yang mencuat disana sini, semakin terlihat artistik dengan sinar tata sedemikian rupa menambah warna semakin menarik.
Berdasarkan survei ahli gua Mr. Gilbert Manthovani dan Dr. Robert K Kho tahun 1984 dinyatakan bahwa Guo Lowo gua alam terbesar di Asia Tenggara bahkan di Asia dengan panjang gua 800 Meter dengan rata – rata ruang luas terdapat 9 (sembilan) ruang utama dan beberapa ruang kecil.

guo_lowo_5.jpg
guo_lowo_8.jpg

KISAH PENEMUAN GUO LOWO

Seorang bernama Lomedjo masuk hutan mencari tempat untuk melaksanakan semedi. Dan diketemukan gua kecil yang dianggap cocok untuk bertapa yakni sebuah gua dekat dengan kedung yang berwarna kebiru-biruan. Yang pada akhirnya gua tersebut dinamakan Kedung Biru. Letak Kedung kurang lebih 600 meter timur laut Guo lowo Petilasan ini ternyata sampai saat ini masih digunakan orang – orang untuk bertapa. Hal ini melihat bekas – bekas peralatan tertinggal di gua Kedung Biru.

guo_lowo_6.jpgDari hasil upaya puasa, semedi dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa ini, akhirnya mendapatkan hasil. Mbah Lomedjo mendapat mimpi bahwa sekitar tempat dia bertapa ada sebuah gua besar te bersembunyi hewan – hewan buruan dengan aman.
Suatu ketika, diketemukan mulut gua yang besar, gelap dipenuhi kelelawar dengan bau yang menyengak hidung. Tanpa disadari mereka selalu menyebut gua dengan;Guo Lowo( Bahasa Jawa Kelelawar adalah Lowo). Hingga sekarang gua tersebut bernama Guo Lowo, pertapaan Kedung terletak 600M timur Gua Lowo

GUO LOWO SEKARANG SEBAGAI OBYEK WISATA YANG MENARIK

Mengagumi keindahan Guo Lowo yang dengan warna warni stalagtit dan stalagmit, di suasana alam lingkungan gua yang sejuk dan asri itu, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 1984 sudah ada upaya untuk mempromosikannya sebagai obyek wisata. Kendatipun demikian keterbatasan dana dan situasi yang kurang menunjang saat itu, maka pengembangannya sangat lamban sehingga belum banyak dikenal dan dikunjungi wisatawan.

Gua yang besar dan panjangnya kurang lebih 800 M ini telah dilengkapi sarana penerangan listrik dan jalan buatan sehingga mudah untuk mengamati macam bentuk artistik alami dari stalagtit dan stalagmit. Suasana sejuk dan segar karena air bersih yang gemercik mengalir di bawa gua membuat suasana yang nyaman.

guo_lowo_2.jpg
guo_lowo_3.jpg

Di luar gua telah dibangun, dilengkapi arena mainan anak – anak. Pada hari libur seringkali juga ada hiburan musik yang diatraksikan dipanggung gembira. Ada Angkutan umum dari kota Trenggalek ke Durenan kemudian ke Guo Lowo. Sumber: Dept.Pariwisata Kab. Trenggalek

  • PANTAI PELANG

Pantai Pelang terletak dikecapatan Panggul, agak jauh dari kota Trenggalek. Namun demikian bisa ditempuh dengan kendaraan umum dari terminal bus trenggalek jurusan Lorok-Pacitan.

Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang relatif tenang.
Tidak jauh dari pantai ada air terjun yang indah dengan mitos, bila mandi dibawahnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit Surprised. Disepanjang jalan ke air terjun, juga terlihat tebing-tebing yang tinggi.

 

3 Balasan ke WISATA

  1. nasikin berkata:

    boleh donk? kau minta daftar tiket yang baru!

  2. Gojin berkata:

    kami merentalkan perlatan camping/ out door seperti tenda dome, sleeping bag, dll.
    kami ada di tapos ciawi bogor 0251 910 8201, 0251 279 5249, gojin 08151 9696 749. untuk lebih jelas dan lengkapnya, klik aja : http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net

  3. Ieme berkata:

    huuuuuuuuuuu bgs bgt tuh, trenggalek oke juga nich! jd pengen q, ada wisata yang laen g????????????????

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s